Konsep Daya Matematika pada Level Ideologi

 REFLEKSI PERKULIAHAN DAYA MATEMATIKA - PERTEMUAN KELIMA

Selasa, 22 Maret 2022, pertemuan kelima mata kuliah daya matematika. Seperti biasa perkuliahan dibuka dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Adapun yang menjadi inti pembahasan pada pertemuan kelima ini yakni mempresentasikan daya matematika berdasarkan peta konsep yang telah dibuat baik dari level filsafat hingga pada level implementasi dalam pembelajaran matematika dan merevisi tugas berdasarkan apa yang kami dapatkan hari ini.

Selanjutnya, salah satu dari kami mempresentasikan hasil penyelidikan kami tentang daya matematika itu sendiri. Berdasarkan hasil yang telah dipresentasikan Bapak menemukan bahwa masih terdapat kekurangan yakni dari level idelogi. Mengapa kemudian idelogi menjadi perhatian dari Bapak? Karena tentunya disetiap Negera mempunyai ideologinya masing-masing. Ideologi ini kemudian menentukan benar salahnya suatu pengetahuan, cara belajar dan sebagainya.

Salah satu ideologi yang telah kami pelajari sebelumnya adalah ideologi Pendidikan. Kemudian, bagaimana ideologi Pendidikan tersebut muncul? Ini telah Bapak jelaskan di semester sebelumnya pada mata kuliah filsafat yang akan kemudian dijelaskan secara singkat dan jelas. Filsafat memiliki golombang-gelombang baik gelombang-gelombang ide maupun pengetahuan. Ini yang kemudian memunculkan dinamika yang terjadi. Dimulai pada era modern dalam filsafat itu sekitar 400 tahun yang lalu dimana orang-orang pada umumnya bebas berpikir. Ini menjadikan munculnya invansi-invansi pemikiran yang kemudian di tahun 1857 melahirkan tokoh filsuf terkenal yakni August Compte. August Compte memulai dari paradigma masyarakat tentang bagaimana orang dapat mengalahkan dunia, how the people can beat the world. Akan tetapi dalam paradikmanya memunculkan kritikal situasi karna ia mengungkapkan bahwa agama itu bukan bagian dari logika. Sehingga, ia kemudian memunculkan paradigma baru lagi karna paradigma sebelumnya itu tidak dapat digunakan untuk menkonstruksi bagaimana dunia itu. Hal baru yang ia munculkan kemudian memiliki 3 tahapan atau 3 level yaitu terendah, tinggi dan tertinggi, religion, philoshopy and positive method. Pada tahapan positive method inilah yang membuka pikiran orang-orang untuk mengeksploitasi dunia itu karena adanya perbedaan kultur yang beragam, karakter maupun pencapaian yang merupakan salah satu contohnya.

Dari paradigma tersebut, ideologi dapat dikatakan sebagai pelatih industry atau industrial trainer. Mengapa demikian? Karena kebanyakan dari warga negara dulu ingin menjadi bagian dari industry dan menjadi pengembang dari industry tersebut atau development. Meskipun itu, ada juga beberapa negera yang menggunkan idelogi technological pragmatism dan lebih tradisonalnya lagi yaitu old humanism. Seiring berjalannya zaman yang kemudian memunculkan paradigma-paradigma baru terdapat 5 idelogi dari Pendidikan yakni industrial trainer, technological pragmatism, old humanism, progressive educator dan public educator. Dimana 3 ideologi pertama biasa disebut idelogi tradisional atau konvensional karena memiliki industry yang kuat, kapitalis maupun sumber daya yang kuat. Meskipun begitu, terdapat perbedaan dari tipe kulitas masing-masing dilihat dari kemurnian pengetahuan atau nature of sains, theory of student, teching, learner hingga pada culture diversity. Sedang ideologi 2 terakhir yakni progressive educator dan public educator merupakan anti tesis dari ketiga ideologi sebelumnya

Berdasarkan paparan diatas, itu hanya sedikit penjelasan dari berbagai macam ideologi berdasarkan kelompok social yang ada. Selanjutnya Bapak pun memberikan kepada kami penjelasan mengenai ideologi berdasarkan tes jawab singkat yang kemudian jawabannya telah Bapak bagikan di kelas (grup whatsapp) diantaranya sebagai berikut.

1. Ilmunya Radikal: Body/Struktur

2. Ilmunya Konservative: Body/Struktur

3. Ilmunya Industrialisme: Body/Struktur

4. Ilmunya Progresive: Kreativitas.

5. Ilmunya Demokrasi: aktivitas.

6. Belajarnya Radikal: memory/bakat/

7. Belajarnya Konservative: memory/bakat

8. Belajarnya Industrial: memory/bakat.

9. Belajarnya Progresive: diskusi

10. Belajarnya Demokrasi: diskusi/hermenitik

11. Mengajarnya Radikal: transfer

12. Mengajarnya Konservative: transfer

13. Mengajarnya Industrial: transfer

14. Mengajarnya Progresive: memfasilitasi siswa belajar

15. Mengajarnya Demokrasi: melayani siswa belajar

16. Ujiannya Radikal: eksternal test

17. Ujiannya Konservative: eksternal test

18. Ujiannya Industrial: eksternal test

19. Ujiannya Progresive: authentics assessment

20. Ujiannya Demokrasi: portfolio.

Komentar