REFLEKSI PERKULIAHAN DAYA MATEMATIKA - PERTEMUAN KEEMPAT

Selasa, 08 Maret 2022, pertemuan ketiga mata kuliah daya matematika. Seperti biasa perkuliahan dibuka dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Adapun yang menjadi inti pembahasan pada pertemuan kedua ini yakni mengevaluasi tugas yang ketiga dimana kami membuat peta konsep daya matematika pada level filsafat.

Sebelumnya, melihat dengan tugas ketiga yang kami kerjakan, menurut bapak, bacaan kami masih kurang mengenai bacaan tentang daya matematika itu sendiri sehingga aktivitas yang kami kerjakan pun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi yang bapak harapkan. Bapak menyarankan agar tugas-tugas yang diberikan itu dikerjakan dengan serius. Kemudian Bapak menambahkan bahwasanya dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berikan agar kira berdasarkan originalitas yang artinya hasil daripada pemikiran dari kami masing-masing berdasarkan referensi yang kami cari. Hal itulah yang kemudian menjadikan serta membimbing kami pada yang namanya profesionalitas.

Selanjutnya, kami diberikan waktu yang cukup lama untuk mendalami bagaimana daya matematika itu dimulai dari level filsafat, teori dan paradigma lalu kemudian masuk pada level psikologi kemudian level pada strategi pengajaran dan pembelajaran hingga pada bagaimana daya matematika itu pada level matematika metode, isi maupun sikap. Beberapa referensi yang bisa kami ambil melihat tes jawaban singkat yang telah bapak berikan dibeberapa pertemuan yang lalu.

Dimulai dari komponen math thinking menurut Sigeo Katagiri yang berisikan  metode matematika, isi matemati dan sikap matematika. Ada pula dari Kace Stacey yakni komponen math thinking yakni dugaan dan konten hingga pada teori belajar bruner dan ausubel. Berangkat dari tes jawab singkat itulah yang kemudian bapak mengharapkan kepada kelas kami untuk menyusun peta konsep daya matematika. Tahapan pemikiran yang bapak berikan inilah yang kemudian akan membimbing kami dalam mengukap daya matematika

Komentar